SOLDES
Jusqu'à -70% sur une sélection d'articles*
Ketika Gagasan Menjadi Senjata: Esai-Esai Tentang Geopolitik, Intelijen dan Keamanan Nasional
Par :Formats :
Disponible dans votre compte client Decitre ou Furet du Nord dès validation de votre commande. Le format ePub est :
- Compatible avec une lecture sur My Vivlio (smartphone, tablette, ordinateur)
- Compatible avec une lecture sur liseuses Vivlio
- Pour les liseuses autres que Vivlio, vous devez utiliser le logiciel Adobe Digital Edition. Non compatible avec la lecture sur les liseuses Kindle, Remarkable et Sony
, qui est-ce ?Notre partenaire de plateforme de lecture numérique où vous retrouverez l'ensemble de vos ebooks gratuitement
Pour en savoir plus sur nos ebooks, consultez notre aide en ligne ici
- FormatePub
- ISBN978-1-005-59479-4
- EAN9781005594794
- Date de parution18/06/2022
- Protection num.pas de protection
- Infos supplémentairesepub
- ÉditeurC. C. Chamberlane
Résumé
Buku ini merupakan kumpulan esai yang tajam dan reflektif tentang geopolitik, intelijen, dan keamanan nasional dalam konteks Indonesia dan dunia kontemporer. Melalui pendekatan akademik sekaligus naratif, Prof. Kamaruzzaman Bustamam Ahmad menyingkap bagaimana gagasan dapat menjadi kekuatan strategis dalam membentuk kebijakan, menggerakkan masyarakat, bahkan menentukan arah sejarah suatu bangsa. Dari pembacaan geopolitik global hingga skenario masa depan Indonesia, buku ini menawarkan analisis yang menembus batas disiplin.
Isinya menjelajahi hubungan antara sains, teknologi, dan kekuasaan; antara imajinasi kebangsaan dan ancaman global; serta antara masa lalu Aceh dan masa depan peradaban Indonesia. Dengan gaya berpikir yang kritis dan futuristik, buku ini bukan hanya ditujukan untuk akademisi dan praktisi keamanan, tetapi juga bagi pembaca yang ingin memahami dinamika kekuasaan dan intelijensi di era disrupsi digital.
Isinya menjelajahi hubungan antara sains, teknologi, dan kekuasaan; antara imajinasi kebangsaan dan ancaman global; serta antara masa lalu Aceh dan masa depan peradaban Indonesia. Dengan gaya berpikir yang kritis dan futuristik, buku ini bukan hanya ditujukan untuk akademisi dan praktisi keamanan, tetapi juga bagi pembaca yang ingin memahami dinamika kekuasaan dan intelijensi di era disrupsi digital.























