OFFRE LISEUSES

Une liseuse achetée = une housse offerte* jusqu'au 21 juin

Nouveauté

Setan dari Bintang dan Tulang. CERITA-CERITA HOROR DALAM BAHASA INDONESIA - BREDEVOORT VAN DEN BERG, #5

Par : Bredevoort van den Berg
Offrir maintenant
Ou planifier dans votre panier
Disponible dans votre compte client Decitre ou Furet du Nord dès validation de votre commande. Le format ePub est :
  • Compatible avec une lecture sur My Vivlio (smartphone, tablette, ordinateur)
  • Compatible avec une lecture sur liseuses Vivlio
  • Pour les liseuses autres que Vivlio, vous devez utiliser le logiciel Adobe Digital Edition. Non compatible avec la lecture sur les liseuses Kindle, Remarkable et Sony
Logo Vivlio, qui est-ce ?

Notre partenaire de plateforme de lecture numérique où vous retrouverez l'ensemble de vos ebooks gratuitement

Pour en savoir plus sur nos ebooks, consultez notre aide en ligne ici
C'est si simple ! Lisez votre ebook avec l'app Vivlio sur votre tablette, mobile ou ordinateur :
Google PlayApp Store
  • FormatePub
  • ISBN8235229914
  • EAN9798235229914
  • Date de parution04/05/2026
  • Protection num.pas de protection
  • Infos supplémentairesepub
  • ÉditeurIoakim Ioakim

Résumé

SETAN DARI BINTANG DAN TULANG - CERITA HOROR DALAM BAHASA INDONESIA - BREDEVOORT VAN DEN BERGMasuki sudut-sudut paling gelap di rimba liar dan imajinasimu sendiri lewat sebuah pengalaman membaca yang akan mengaburkan seluruh batas. Kisah horor yang tak terlukiskan ini berlatar di tengah mistisnya Pine Barrens, kawasan hutan pinus angker di New Jersey, menyajikan ketegangan atmosferik dan kedalaman psikologis yang mencekam.
Ikuti sekelompok prajurit Inggris yang tercerai-berai melarikan diri melintasi hutan purba yang tak tercantum di peta mana pun, tempat hukum alam seolah-olah ditangguhkan. Di sana mereka bukan sekadar menghadapi musuh, melainkan sebuah kecerdasan setua tanah itu sendiri, entitas yang mencicipi rasa takut mereka dan menjadikan kenangan terdalam sebagai senjata. Inilah perjalanan mendalam menuju jiwa manusia.
Horor psikologis tanpa henti ini akan membuatmu merasakan setiap langkah putus asa yang diambil oleh masing-masing tokoh. Dikisahkan dengan prosa yang kaya dan hidup, cerita ini langsung menyeret pembaca ke dalam hutan lebat yang mengancam. Kamu akan mencium aroma dingin lembap rawa, mendengar kesunyian yang menyeramkan, serta mengalami sendiri fenomena-fenomena ganjil yang mendorong sekelompok orang ini menuju titik patah mereka.
Alur cerita bergulir dengan tempo yang perlahan namun merayap, membangun puncak teror kosmik yang akan membentuk ulang pemahamanmu tentang alam dan kesadaran. Sempurna bagi penggemar fiksi sejarah, pengembangan karakter yang kuat, dan pengalaman mimpi buruk yang melekat lama setelah halaman terakhir ditutup. Ini lebih dari sekadar cerita hantu; ini adalah ekspedisi menuju batas-batas ketahanan manusia menghadapi kejahatan yang tak terpahami. "Sebuah kuku belah menekan dalam-dalam ke lumpur. Manusia pertama tidak mati oleh peluru, melainkan oleh keheningan. Itu adalah keheningan seekor pemangsa besar yang menyadari seekor kutu di kulitnya. Kapten James Thorne melihat Miller berlutut di rawa.
Hutan menelan segala suara: letusan senapan yang jauh, gemuruh mundurnya pasukan, dan dengungan lalat di atas air. Komando Thorne yang terdiri dari empat puluh tujuh prajurit Loyalis telah melarikan diri ke hutan belantara New Jersey tiga hari sebelumnya, jaket merah mereka ditukar dengan kemeja berburu warna lumpur. Kaum pemberontak menguasai jalan-jalan. Hutan adalah satu-satunya pilihan mereka, sebuah ruang kosong di peta.
Prajurit Miller mulai berteriak. Ia menunjuk ke sebuah pohon pinus mati. Yang lain hanya melihat kayu terpilin dan getah yang menangis. Namun udara di sekitar pohon itu lebih dingin."Bangunkan dia, " perintah Thorne. Miller merangkak mundur, sepatu botnya menggali dalam tanah. "Anak Leeds, " bisiknya. "Ia tahu kita di sini."Sementara dua prajurit menarik Miller berdiri, mata Thorne menangkap gangguan di lumut dekat situ.
Jejak telapak kuku belah di lumpur."