Redaksi Tanpa Awak

Par : Donny Turang
Offrir maintenant
Ou planifier dans votre panier
Disponible dans votre compte client Decitre ou Furet du Nord dès validation de votre commande. Le format ePub est :
  • Compatible avec une lecture sur My Vivlio (smartphone, tablette, ordinateur)
  • Compatible avec une lecture sur liseuses Vivlio
  • Pour les liseuses autres que Vivlio, vous devez utiliser le logiciel Adobe Digital Edition. Non compatible avec la lecture sur les liseuses Kindle, Remarkable et Sony
Logo Vivlio, qui est-ce ?

Notre partenaire de plateforme de lecture numérique où vous retrouverez l'ensemble de vos ebooks gratuitement

Pour en savoir plus sur nos ebooks, consultez notre aide en ligne ici
C'est si simple ! Lisez votre ebook avec l'app Vivlio sur votre tablette, mobile ou ordinateur :
Google PlayApp Store
  • FormatePub
  • ISBN8235431997
  • EAN9798235431997
  • Date de parution18/04/2026
  • Protection num.pas de protection
  • Infos supplémentairesepub
  • ÉditeurIoakim Ioakim

Résumé

Suatu waktu di sebuah portal berita lokal seorang jurnalis muda berkata santai, "'Bos, beritanya sudah dibuat ChatGPT, tinggal kita edit."Saat itulah pertanyaan besar muncul: siapa sebenarnya yang menulis berita ini? Siapa yang bertanggung jawab kalau ada fakta yang keliru? Di mana letak jiwa jurnalisme jika tangan manusia hanya berfungsi sebagai pemeriksa ejaan?Buku ini bukan kitab anti-AI. Sebaliknya, ia adalah peta navigasi-untuk membantu para jurnalis, redaktur, pemimpin redaksi, mahasiswa komunikasi, dan pengelola portal berita di Indonesia memahami: apa yang bisa diserahkan kepada algoritma, dan apa yang mutlak harus tetap di tangan manusia.
Delapan bab yang tersusun di sini merekam perjalanan dari ruang redaksi berbau tinta hingga dapur berita digital yang wangi kopi dan cahaya monitor biru. Setiap bab menyertakan studi kasus dari portal berita Indonesia, serta analisis etika berbasis Pedoman Dewan Pers. Teknologi bergerak lebih cepat dari undang-undang, lebih cepat dari kebijakan redaksi, bahkan lebih cepat dari kesadaran kita sendiri.
Tapi kebenaran-kebenaran jurnalistik yang diperoleh dari lapangan, dari wajah narasumber yang pucat menahan tangis, dari dokumen yang bau apek di lemari arsip-itu tidak bisa diproses oleh GPU manapun. Buku ini untuk mereka yang masih percaya bahwa jurnalisme bukan sekadar produksi konten, melainkan sebuah panggilan.
Mimpi Menjadi Koruptor
Donny Turang
E-book
3,49 €