Mimpi Menjadi Koruptor

Par : Donny Turang
Offrir maintenant
Ou planifier dans votre panier
Disponible dans votre compte client Decitre ou Furet du Nord dès validation de votre commande. Le format ePub est :
  • Compatible avec une lecture sur My Vivlio (smartphone, tablette, ordinateur)
  • Compatible avec une lecture sur liseuses Vivlio
  • Pour les liseuses autres que Vivlio, vous devez utiliser le logiciel Adobe Digital Edition. Non compatible avec la lecture sur les liseuses Kindle, Remarkable et Sony
Logo Vivlio, qui est-ce ?

Notre partenaire de plateforme de lecture numérique où vous retrouverez l'ensemble de vos ebooks gratuitement

Pour en savoir plus sur nos ebooks, consultez notre aide en ligne ici
C'est si simple ! Lisez votre ebook avec l'app Vivlio sur votre tablette, mobile ou ordinateur :
Google PlayApp Store
  • FormatePub
  • ISBN8232051204
  • EAN9798232051204
  • Date de parution03/05/2026
  • Protection num.pas de protection
  • Infos supplémentairesepub
  • ÉditeurDraft2Digital

Résumé

"Museum Trik Gelap? Kita bahkan belum punya museum sejarah yang layak, " gumam saya. Sebuah pesan tanpa pengirim. Sebuah alamat yang tidak ada di peta. Sebuah undangan yang tidak sopan-datang larut malam, tanpa salam, tanpa nama. Begitulah seorang sosok yang hanya dikenal sebagai "Trik" memulai perjalanannya ke sebuah bangunan tua yang, begitu pintunya terbuka, berubah menjadi sesuatu yang sama sekali lain.
Di dalamnya, seorang Kurator menyambut dengan kalimat dingin yang akan menghantui pembaca hingga halaman terakhir:"Selamat datang. Di sini, kebiasaan buruk dipelajari dengan sangat serius."Mimpi Jadi Koruptor adalah novel fiksi satir-politik yang membongkar anatomi korupsi di sebuah daerah-bukan dengan kemarahan, melainkan dengan ironi yang dingin, tajam, dan menggigit. Lewat tur ke ruang demi ruang museum yang mustahil ini, pembaca diajak menyaksikan pameran-pameran yang terlalu familiar: anggaran yang menguap, komisi yang tidak pernah disebut, teknologi yang terlalu pintar untuk jujur, kursi DPRD yang berlabel harga, dan kebiasaan-kebiasaan yang sudah lama dianggap wajar.
Tapi ini bukan sekadar tur. Di luar museum, kota tempat Trik tinggal sedang bergolak. Bram, sang kepala daerah, dikelilingi lingkaran dalam yang rapi-istri, adik, ipar, kolega, pengusaha, aktivis bayaran, tokoh agama yang lupa berkhotbah, dan akademisi yang menjual gelar untuk legitimasi. Di DPRD, hanya Donald dan Hengkie yang masih bersuara; sisanya memilih main aman. Di ruang redaksi, Frans, sang pemimpin redaksi, sudah lama "main mata" dengan kekuasaan-sementara seorang jurnalis muda berinisial Nny menolak menyerah pada amplop dan ancaman halus.
Lalu ada Teddy, aktivis LSM yang masih percaya bahwa jujur bukanlah kemewahan. Dan Zuzana dan Siska-perempuan yang menjadi simpul rahasia dari banyak rahasia. Ketika Trik mulai menyadari bahwa apa yang dipamerkan di museum sedang terjadi persis di luar pintu keluarnya, ia dihadapkan pada pertanyaan yang tidak bisa lagi ditunda:Apakah saya hanya pengunjung-atau saya juga bagian dari pameran?Dibangun dalam tiga fase naratif:?? Bab 1-9 - Tur Museum: cepat, sinis, dan ironis.
Pembaca tertawa dulu, sebelum sadar sedang diajak bercermin.?? Bab 10-15 - Investigasi: tegang, penuh sambungan, ketika dunia museum dan dunia nyata mulai berbenturan.?? Bab 16-18 - Pengakuan: sunyi, berat, reflektif. Tidak semua pelaku jatuh. Tidak semua kebenaran menang. Untuk siapa novel ini ditulis?Untuk mereka yang lelah membaca berita korupsi tanpa konteks. Untuk mereka yang ingin memahami bagaimana kekuasaan daerah benar-benar bekerja-bukan dari laporan resmi, melainkan dari ruang-ruang bisik di balik meja kopi, ruang rapat tertutup, dan kamar-kamar hotel.
Untuk mereka yang pernah bertanya:"Kenapa semua orang tahu, tapi tidak ada yang berubah?"Dan terutama, untuk mereka yang berani menyelesaikan buku ini sampai halaman terakhir-lalu menatap cermin, dan jujur pada diri sendiri."Masalahnya bukan mereka. Masalahnya adalah siapa yang memilih diam."Museum itu bukan tempat. Museum itu cara melihat. Dan yang paling mengganggu:tidak semua pengunjung keluar dengan niat berubah.
Pengunjung berikutnya sudah diundang.
Donny Turang lahir di Manado dan besar di Tomohon, Sulawesi Utara - dua tempat dengan karakter yang berbeda, tapi sama-sama meninggalkan jejak: laut yang terbuka, dan pegunungan yang tenang. Ia memulai karier jurnalistiknya sebagai wartawan lapangan di era ketika koran masih menjadi raja informasi, dan deadline masih berbau tinta. Dari lapangan, ia menapaki berbagai posisi redaksional-redaktur, redaktur pelaksana, hingga wakil/pemimpin redaksi di sejumlah koran harian dan portal berita.
Ketika era digital datang mengubah lanskap media, ia tidak memilih nostalgia. Ia belajar ulang. Mendirikan portal berita, memahami algoritma, mengutak-atik SEO, bahkan menyentuh dunia coding-membuktikan bahwa wartawan lama pun bisa beradaptasi, meski kadang sambil tersenyum kecut. Sebagai jurnalis, ia dinyatakan Kompeten pada jenjang Jurnalis Utama dengan Sertifikat Dewan Pers, melalui Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) yang diselenggarakan oleh AJI Indonesia Kota Manado. Kepercayaan komunitas jurnalis terhadap integritasnya tercermin dari sejumlah peran penting: pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Etik AJI Indonesia Kota Manado, dan Ketua Dewan Etik AMSI Sulawesi Utara-dua posisi yang tidak sekadar administratif, melainkan menuntut keberanian untuk menjaga batas, bahkan ketika batas itu tidak populer.
Kini, Donny aktif menulis. Bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi merangkai pengalaman menjadi refleksi-tentang jurnalisme, perubahan zaman, dan hal-hal kecil yang sering luput tapi justru menentukan arah. Tulisan-tulisannya hadir dengan gaya ringan, observatif, dan sesekali jenaka-seperti percakapan yang tidak terasa menggurui, tapi diam-diam meninggalkan bekas. Buku ini adalah salah satu bukti sederhana: bahwa wartawan yang baik tidak hanya tahu cara menulis berita, tetapi juga tahu kapan harus berhenti.
dan mulai bercerita. Ikuti Donny Turang di:Facebook: Donny TurangLinkedIn: Donny TurangTwitter/X: @Don
Redaksi Tanpa Awak
Donny Turang
E-book
4,49 €