Ada lelaki yang ilmu pedangnya bisa meruntuhkan langit, tapi yang paling ia inginkan hanyalah sebuah rumah kecil di tepi sungai yang tenang. Huang Changfeng, orang kedua Perkumpulan Rajawali Hitam, menghabiskan tujuh belas tahun hidupnya dalam kegelapan sebelum seorang pelayan kedai arak bernama Shen Yulian mengajarkannya bahwa cinta adalah keberanian yang paling berbahaya dari semua jenis keberanian yang pernah ia kenal. Untuk bisa pergi, ia tidak bisa sekadar pergi.
Ia harus menghancurkan segalanya dari dalam, satu demi satu, dengan tangan yang sama yang selama ini menjaga agar semuanya tetap berdiri. Karena pedang yang paling tajam bukan pedang yang paling banyak membunuh, melainkan pedang yang tahu kapan harus memilih diam.
Ada lelaki yang ilmu pedangnya bisa meruntuhkan langit, tapi yang paling ia inginkan hanyalah sebuah rumah kecil di tepi sungai yang tenang. Huang Changfeng, orang kedua Perkumpulan Rajawali Hitam, menghabiskan tujuh belas tahun hidupnya dalam kegelapan sebelum seorang pelayan kedai arak bernama Shen Yulian mengajarkannya bahwa cinta adalah keberanian yang paling berbahaya dari semua jenis keberanian yang pernah ia kenal. Untuk bisa pergi, ia tidak bisa sekadar pergi.
Ia harus menghancurkan segalanya dari dalam, satu demi satu, dengan tangan yang sama yang selama ini menjaga agar semuanya tetap berdiri. Karena pedang yang paling tajam bukan pedang yang paling banyak membunuh, melainkan pedang yang tahu kapan harus memilih diam.