Ada kota yang kelihatannya hidup tapi sebenarnya sudah lama tidak bernapas. Ada pendekar yang masuk ke dalamnya bukan untuk menyelamatkannya, melainkan karena tidak ada pilihan lain yang tersedia. Dan ada kebenaran yang sudah dua belas tahun menunggu di dalam peti yang terkunci, di dalam buku yang tidak pernah dibuka, di dalam diam orang-orang yang sudah terlalu lama tahu bahwa diam adalah satu-satunya cara untuk tetap hidup. Gui Xueming tidak datang sebagai pahlawan.
Ia datang sebagai tersangka. Yang tidak pernah ia sangka adalah bahwa tujuh hari di kota orang lain bisa mengubah cara ia memandang perjalanannya sendiri.
Ada kota yang kelihatannya hidup tapi sebenarnya sudah lama tidak bernapas. Ada pendekar yang masuk ke dalamnya bukan untuk menyelamatkannya, melainkan karena tidak ada pilihan lain yang tersedia. Dan ada kebenaran yang sudah dua belas tahun menunggu di dalam peti yang terkunci, di dalam buku yang tidak pernah dibuka, di dalam diam orang-orang yang sudah terlalu lama tahu bahwa diam adalah satu-satunya cara untuk tetap hidup. Gui Xueming tidak datang sebagai pahlawan.
Ia datang sebagai tersangka. Yang tidak pernah ia sangka adalah bahwa tujuh hari di kota orang lain bisa mengubah cara ia memandang perjalanannya sendiri.