Stefani is an independent novel writer known for her captivating storytelling and deeply developed characters. With a rich imagination and keen attention to detail, she crafts stories that evoke strong emotions in her readers.
Musuh Tapi nIKAH
Par :Formats :
Disponible dans votre compte client Decitre ou Furet du Nord dès validation de votre commande. Le format ePub est :
- Compatible avec une lecture sur My Vivlio (smartphone, tablette, ordinateur)
- Compatible avec une lecture sur liseuses Vivlio
- Pour les liseuses autres que Vivlio, vous devez utiliser le logiciel Adobe Digital Edition. Non compatible avec la lecture sur les liseuses Kindle, Remarkable et Sony
, qui est-ce ?Notre partenaire de plateforme de lecture numérique où vous retrouverez l'ensemble de vos ebooks gratuitement
Pour en savoir plus sur nos ebooks, consultez notre aide en ligne ici
- FormatePub
- ISBN8227303332
- EAN9798227303332
- Date de parution09/03/2025
- Protection num.pas de protection
- Infos supplémentairesepub
- ÉditeurBig Dog Books, LLC
Résumé
Alya dan Reza sudah seperti anjing dan kucing sejak duduk di bangku SMA. Setiap kali bertemu, mereka selalu bertengkar, saling menjatuhkan, dan tidak pernah akur. Bahkan setelah lulus, persaingan mereka terus berlanjut di dunia kerja-Alya menjadi desainer fashion yang berbakat, sementara Reza sukses dengan bisnis retail pakaian. Namun, takdir punya cara unik mempermainkan mereka. Ketika kedua keluarga mereka terlibat dalam sebuah krisis besar, satu-satunya cara untuk menyelamatkan reputasi bisnis keluarga adalah dengan menikahkan Alya dan Reza.
Mereka sama sekali tidak setuju, tetapi demi keluarga, keduanya akhirnya terpaksa menerima pernikahan tanpa cinta ini. Hidup serumah dengan seseorang yang selama ini dianggap musuh tentu bukan hal yang mudah. Setiap hari penuh dengan adu mulut, saling menjahili, dan perang dingin yang tak ada habisnya. Tapi perlahan, di balik semua pertengkaran itu, ada perasaan baru yang mulai tumbuh di hati mereka.
Apakah mungkin cinta lahir dari sebuah pernikahan yang dipenuhi kebencian? Ataukah mereka akan tetap menjadi musuh, bahkan dalam ikatan pernikahan?
Mereka sama sekali tidak setuju, tetapi demi keluarga, keduanya akhirnya terpaksa menerima pernikahan tanpa cinta ini. Hidup serumah dengan seseorang yang selama ini dianggap musuh tentu bukan hal yang mudah. Setiap hari penuh dengan adu mulut, saling menjahili, dan perang dingin yang tak ada habisnya. Tapi perlahan, di balik semua pertengkaran itu, ada perasaan baru yang mulai tumbuh di hati mereka.
Apakah mungkin cinta lahir dari sebuah pernikahan yang dipenuhi kebencian? Ataukah mereka akan tetap menjadi musuh, bahkan dalam ikatan pernikahan?














