SOLDES

Jusqu'à -70% sur une sélection d'articles*

Persekutuan Gelap Sang Pengganggu Rumah Tangga

Par : Sudarminten Rara
Offrir maintenant
Ou planifier dans votre panier
Disponible dans votre compte client Decitre ou Furet du Nord dès validation de votre commande. Le format ePub est :
  • Compatible avec une lecture sur My Vivlio (smartphone, tablette, ordinateur)
  • Compatible avec une lecture sur liseuses Vivlio
  • Pour les liseuses autres que Vivlio, vous devez utiliser le logiciel Adobe Digital Edition. Non compatible avec la lecture sur les liseuses Kindle, Remarkable et Sony
Logo Vivlio, qui est-ce ?

Notre partenaire de plateforme de lecture numérique où vous retrouverez l'ensemble de vos ebooks gratuitement

Pour en savoir plus sur nos ebooks, consultez notre aide en ligne ici
C'est si simple ! Lisez votre ebook avec l'app Vivlio sur votre tablette, mobile ou ordinateur :
Google PlayApp Store
  • FormatePub
  • ISBN8232197889
  • EAN9798232197889
  • Date de parution17/11/2025
  • Protection num.pas de protection
  • Infos supplémentairesepub
  • ÉditeurDraft2Digital

Résumé

Rumah tua itu seharusnya menjadi tempat perlindungan bagi Yuni dan Anton, namun perlahan berubah menjadi labirin ketakutan yang menyesakkan. Aroma melati busuk, suara gemeretak dari lemari jati, dan penyakit misterius yang menggerogoti tubuh Yuni hanyalah permulaan dari mimpi buruk yang tak berujung. Di tengah keputusasaan itu, Nuri hadir. Sosok sahabat masa lalu yang menawarkan tangan dinginnya untuk merawat Yuni dan ibunya yang sakit keras.
Namun, di balik senyum manis dan ketelatenannya, tersembunyi obsesi kelam yang telah lama membusuk-sebuah keinginan untuk memiliki apa yang bukan miliknya, dengan cara apa pun. Novel ini bukan sekadar kisah tentang teror supranatural, melainkan sebuah studi psikologis tentang pengkhianatan dan kegilaan. Ketika batas antara santet dan kejahatan manusiawi mulai kabur, Yuni harus berhadapan dengan kenyataan pahit: bahwa monster yang paling mengerikan tidak bersembunyi di kegelapan malam, melainkan duduk manis di ruang tamunya, menunggu saat yang tepat untuk merebut segalanya.