Maimo Kumolintang Harmoni Semesta

Par : Petrus Kaseke, Markus S
Offrir maintenant
Ou planifier dans votre panier
Disponible dans votre compte client Decitre ou Furet du Nord dès validation de votre commande. Le format ePub est :
  • Compatible avec une lecture sur My Vivlio (smartphone, tablette, ordinateur)
  • Compatible avec une lecture sur liseuses Vivlio
  • Pour les liseuses autres que Vivlio, vous devez utiliser le logiciel Adobe Digital Edition. Non compatible avec la lecture sur les liseuses Kindle, Remarkable et Sony
Logo Vivlio, qui est-ce ?

Notre partenaire de plateforme de lecture numérique où vous retrouverez l'ensemble de vos ebooks gratuitement

Pour en savoir plus sur nos ebooks, consultez notre aide en ligne ici
C'est si simple ! Lisez votre ebook avec l'app Vivlio sur votre tablette, mobile ou ordinateur :
Google PlayApp Store
  • FormatePub
  • ISBN8215232163
  • EAN9798215232163
  • Date de parution06/10/2022
  • Protection num.pas de protection
  • Infos supplémentairesepub
  • ÉditeurWMG Publishing

Résumé

Musik adalah cabang seni yang berhubungan dengan nada dan irama. Nada adalah bagian dari sains karena berhubungan dengan jumlah getaran perdetik. Jadi seni musik dan sains adalah satu kesatuan. Namun, banyak orang memahami sains, tetapi tidak bisa bermain musik. Itu karena pengajaran musik menekankan penggunaan pendengaran, yang sulit dipahami dengan perhitungan dan logika. Minahasa adalah negeri yang di dalam namanya mengandung angka, yang menunjukan erat kaitannya dengan budaya angka dan arah.
Reka ulang tangga nada diatonis kolintang mengikuti konsep hitungan keseimbangan gerak leluhur Minahasa, membuat seni musik menyatu dengan sains. Buku Maimo Kumolintang, membuat pendekatan musik secara eksakta dengan hitungan yang sederhana. Simbol Akor dgn Huruf diganti dengan Simbol Arah yg bersifat universal dan deteksi keselarasan nada dengan pendengaran diganti dengan keseimbangan gerakan  yang dapat terlihat.
Dengan pendekatan tersebut orang yang bukan musisi dapat bermain musik. Inovasi dari buku Maimo Kumolintang: 1)Dengan cara kolintang, orang dapat belajar musik yang terukur hanya dengan jari tanpa alat musik. Jadi semua orang mendapat kesempatan yang sama(Equal opportunity)untuk memahami musik , sehingga dapat memberantas buta musik ( Music illiteracy). 2)Cara Kolintang dapat menggantikan pendeteksian nada secara audio dengan gerakan secara visual.
Sehingga tuna rungupun dapat bermain musik.3)Dengan pendekatan sains, akor dapat di operasikan secara matematika. Dapat disambung, di gabung (Union) dan, disusun sebagai deret. Permainan kubus Rubik yang menggunakan algoritma sulitpun dapat diselesaikan dengan Akor Arah. Sehingga permainan internasional Rubik Speed Cubing berkembang menjadi Rubik Rhythmic Cubing. Maimo Kumolintang  tidak sebatas keselarasan nada tetapi adalah bergerak seimbang dalam kehidupan baik secara jasmani maupun spiritual.
Petrus KasekePendidikan akhir, Teknik Mesin (tidak tamat), Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Perintis dan pelestari Kolintang di Pulau Jawa. Perajin Kolintang untuk komersial sejak tahun 1965 sampai saat ini. Pelatih dan pemimpin paduan suara Kolintang Angklung dan membawa grupnya touring keliling dunia. Singapura 1970, Australia 1971, Amerika Serikat 1972, Eropa 1973. Pengajar musik di Sekolah Alkitab Gereja Pantekosta di Indonesia.
Markus SoegiartoPendidikan akhir, S1 Teknik Sipil, Universitas Trisakti Jakarta. Pemain Kolintang, Indonesia National Orchestra (INO) di bawah pimpinan Franki Raden. Pemain Kolintang, Sanggar Angklung Kolintang Zaini Gara. Pemain perkusi, anggota Percussive Arts Society (pas.org), USA. Pelatih Perkusi, anggota South East Asian Directors of Music (seadom.org), Thailand. Pelatih Kolintang, anggota Ikatan Pelatih Musik Kolintang Jakarta (IPMKJ).
Pelatih Kolintang, anggota Ikatan Pelatih Kolintang Indonesia (IPKOLINDO). Pengurus Pusat Bidang Pendidikan dan Pelatihan, Persatuan Insan Kolintang Nasional (Pinkan) Indonesia di bawah Ketua Umum Ibu Penny Marsetio.