Legenda Rawa Pening

Par : Anton
Offrir maintenant
Ou planifier dans votre panier
Disponible dans votre compte client Decitre ou Furet du Nord dès validation de votre commande. Le format ePub est :
  • Compatible avec une lecture sur My Vivlio (smartphone, tablette, ordinateur)
  • Compatible avec une lecture sur liseuses Vivlio
  • Pour les liseuses autres que Vivlio, vous devez utiliser le logiciel Adobe Digital Edition. Non compatible avec la lecture sur les liseuses Kindle, Remarkable et Sony
Logo Vivlio, qui est-ce ?

Notre partenaire de plateforme de lecture numérique où vous retrouverez l'ensemble de vos ebooks gratuitement

Pour en savoir plus sur nos ebooks, consultez notre aide en ligne ici
C'est si simple ! Lisez votre ebook avec l'app Vivlio sur votre tablette, mobile ou ordinateur :
Google PlayApp Store
  • FormatePub
  • ISBN8231385058
  • EAN9798231385058
  • Date de parution14/05/2025
  • Protection num.pas de protection
  • Infos supplémentairesepub
  • ÉditeurWalzone Press

Résumé

Rawa Pening merupakan danau yang menjadi objek wisata yang menarik di Jawa Tengah. Rawa Pening berada di wilayah antara Kecamatan Ambarawa, Kecamatan Bawen, Kecamatan Tuntang, dan Kecamatan Banyubiru. Terletak di daerah cekungan terendah lereng Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, dan Gunung Ungaran, tempat ini menawarkan eksotisme alam yang menyegarkan mata yang memandang. Dahulu kala, di Desa Ngasem, hiduplah seorang perempuan yang bernama Endang Sawitri.
Dia dikenal sebagai seorang janda yang menggantungkan hidupnya dari hasil mencari ikan di sungai dan bertanam sayur-mayur di pekarangan rumahnya. Tidak ada satupun penduduk desa yang mengetahui bahwa Endang Sawitri memiliki seorang suami. Suatu ketika, Desa Ngasem geger karena melihat Endang Sawitri hamil. Setelah sembilan bulan mengandung bayinya, dia melahirkan. Namun, alangkah terkejut dia karena yang dilahirkannya bukanlah bayi melainkan seekor ular naga.
Anehnya lagi, ular naga itu dapat berbicara seperti halnya manusia. Meskipun terkejut dan hatinya remuk redam, dengan belai lembut seorang ibu, Endang Sawitri menimang anaknya yang berwujud ular naga itu yang kemudian diberi nama Baro Klinting. Hari berganti bulan, bulan berganti tahun. Waktu terus berjalan, Baro Klinting yang sudah menginjak masa remaja bertanya kepada ibunya. "Bu, Apakah saya ini juga mempunyai Ayah? Siapa ayahku?" tanya Baro Klinting.
Disinilah dia memulai petualangannya. 
Rawa Pening merupakan danau yang menjadi objek wisata yang menarik di Jawa Tengah. Rawa Pening berada di wilayah antara Kecamatan Ambarawa, Kecamatan Bawen, Kecamatan Tuntang, dan Kecamatan Banyubiru. Terletak di daerah cekungan terendah lereng Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, dan Gunung Ungaran, tempat ini menawarkan eksotisme alam yang menyegarkan mata yang memandang. Dahulu kala, di Desa Ngasem, hiduplah seorang perempuan yang bernama Endang Sawitri.
Dia dikenal sebagai seorang janda yang menggantungkan hidupnya dari hasil mencari ikan di sungai dan bertanam sayur-mayur di pekarangan rumahnya. Tidak ada satupun penduduk desa yang mengetahui bahwa Endang Sawitri memiliki seorang suami. Suatu ketika, Desa Ngasem geger karena melihat Endang Sawitri hamil. Setelah sembilan bulan mengandung bayinya, dia melahirkan. Namun, alangkah terkejut dia karena yang dilahirkannya bukanlah bayi melainkan seekor ular naga.
Anehnya lagi, ular naga itu dapat berbicara seperti halnya manusia. Meskipun terkejut dan hatinya remuk redam, dengan belai lembut seorang ibu, Endang Sawitri menimang anaknya yang berwujud ular naga itu yang kemudian diberi nama Baro Klinting. Hari berganti bulan, bulan berganti tahun. Waktu terus berjalan, Baro Klinting yang sudah menginjak masa remaja bertanya kepada ibunya. "Bu, Apakah saya ini juga mempunyai Ayah? Siapa ayahku?" tanya Baro Klinting.
Disinilah dia memulai petualangannya.