Delapan bulan Galih mengenal Kezia hanya dari suaranya, dan itu sudah cukup untuk membuat setiap Rabu malam terasa seperti sesuatu yang ia tunggu-tunggu. Sampai pekerjaannya membawanya masuk ke gedung tua di Kalibata dengan map biru di tangan, dan suara yang selama ini hanya ada di earphone-nya tiba-tiba berdiri di seberang meja rapat. Beberapa pertemuan tidak bisa pura-pura tidak terjadi. Ini salah satunya.
Delapan bulan Galih mengenal Kezia hanya dari suaranya, dan itu sudah cukup untuk membuat setiap Rabu malam terasa seperti sesuatu yang ia tunggu-tunggu. Sampai pekerjaannya membawanya masuk ke gedung tua di Kalibata dengan map biru di tangan, dan suara yang selama ini hanya ada di earphone-nya tiba-tiba berdiri di seberang meja rapat. Beberapa pertemuan tidak bisa pura-pura tidak terjadi. Ini salah satunya.