SOLDES
Jusqu'à -70% sur une sélection d'articles*
Depresi Nyaris Membunuhku (Perjalanan Pulih Tanpa Obat Penenang)
Par :Formats :
Disponible dans votre compte client Decitre ou Furet du Nord dès validation de votre commande. Le format ePub est :
- Compatible avec une lecture sur My Vivlio (smartphone, tablette, ordinateur)
- Compatible avec une lecture sur liseuses Vivlio
- Pour les liseuses autres que Vivlio, vous devez utiliser le logiciel Adobe Digital Edition. Non compatible avec la lecture sur les liseuses Kindle, Remarkable et Sony
, qui est-ce ?Notre partenaire de plateforme de lecture numérique où vous retrouverez l'ensemble de vos ebooks gratuitement
Pour en savoir plus sur nos ebooks, consultez notre aide en ligne ici
- FormatePub
- ISBN8224902538
- EAN9798224902538
- Date de parution25/04/2024
- Protection num.pas de protection
- Infos supplémentairesepub
- ÉditeurDraft2Digital
Résumé
Detik-detik dramatis gagal bunuh diri setelah 10 tahun bertarung dengan depresi. Seorang wanita berusia 30 tahun akhirnya berhasil pulih setelah menantang diri tak mau minum satu butir pun obat penenang yang diresepkan dokter ahli jiwa selama proses pemulihan. Lantas, apa rahasia kesembuhannya? Semuanya akan terungkap di dalam buku ini. Pembaca akan dibawa dalam kisah mengharukan perjalanan satu dekade sang wanita, yang adalah penulis buku ini berjuang mengatasi depresi, gangguan panik dan gangguan cemas yang berusaha menghancurkan mental dan fisiknya, tetapi akhirnya ia bisa menang!Penulis ingin mendedikasikan buku ini untuk semua orang yang masih bergumul dengan semua bentuk gangguan mental dan nyaris putus asa.
Semoga akan lebih banyak lagi orang yang tertolong. Semoga buku ini bisa menjadi pelita kecil yang menemani teman-teman semua menerobos lorong gelap jiwa untuk menggapai cahaya pengharapan yang ada di depan sana. Pengharapan itu selalu membebaskan dan menyembuhkan jiwa.
Semoga akan lebih banyak lagi orang yang tertolong. Semoga buku ini bisa menjadi pelita kecil yang menemani teman-teman semua menerobos lorong gelap jiwa untuk menggapai cahaya pengharapan yang ada di depan sana. Pengharapan itu selalu membebaskan dan menyembuhkan jiwa.



