Andra sudah lama tidak memperhatikan Zahira sebagai wanita. Ia hanya melihat Zahira sebagai pengurus rumah tangga dan ibu dari anaknya. Ikhsan, yang setiap hari bekerja di dapur katering, sering melihat Zahira kelelahan setelah seharian bekerja. Suatu malam ketika Zahira sedang sendirian di dapur menangis karena Andra lupa ulang tahun pernikahan mereka, Ikhsan menghiburnya. Ikhsan tidak banyak bicara, hanya membuatkan segelas teh jahe dan duduk di sampingnya.
Kehadirannya yang tenang dan matanya yang penuh perhatian membuat Zahira merasa dihargai untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama. Hubungan mereka dimulai dari pertemuan pertemuan singkat di dapur setelah semua karyawan pulang, di antara panci dan wajan, di mana Zahira mulai membuka hati pada pria yang 9 tahun lebih muda darinya.
Andra sudah lama tidak memperhatikan Zahira sebagai wanita. Ia hanya melihat Zahira sebagai pengurus rumah tangga dan ibu dari anaknya. Ikhsan, yang setiap hari bekerja di dapur katering, sering melihat Zahira kelelahan setelah seharian bekerja. Suatu malam ketika Zahira sedang sendirian di dapur menangis karena Andra lupa ulang tahun pernikahan mereka, Ikhsan menghiburnya. Ikhsan tidak banyak bicara, hanya membuatkan segelas teh jahe dan duduk di sampingnya.
Kehadirannya yang tenang dan matanya yang penuh perhatian membuat Zahira merasa dihargai untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama. Hubungan mereka dimulai dari pertemuan pertemuan singkat di dapur setelah semua karyawan pulang, di antara panci dan wajan, di mana Zahira mulai membuka hati pada pria yang 9 tahun lebih muda darinya.