Nasib memiliki selera humor yang gelap. Ketika keserakahan membawa mereka ke hadapan Tok Sidek, seorang tuan tanah yang manipulatif di Desa Tersepit, mereka menerima tawaran yang terdengar seperti pekerjaan biasa: mengusir pesaing bisnis dari sebuah bangunan tua Akademi Tari dan Vokal yang telah lama ditinggalkan
Nasib memiliki selera humor yang gelap. Ketika keserakahan membawa mereka ke hadapan Tok Sidek, seorang tuan tanah yang manipulatif di Desa Tersepit, mereka menerima tawaran yang terdengar seperti pekerjaan biasa: mengusir pesaing bisnis dari sebuah bangunan tua Akademi Tari dan Vokal yang telah lama ditinggalkan